You disliked this video. Thanks for the feedback!

Added by indah
7 Views
Saat itu aku pernah mencintai seseorang sampai mengorbankan dan menyakiti diriku terlalu banyak. Aku yakin kalian pernah punya pengalaman yang sama sepertiku. Atau mungkin beberapa diantara kalian sedang mengalaminya...
Memprioritaskan dia di atas segalanya tanpa memperdulikan yang hati kita rasakan.
Sampai akhirnya, aku ada di satu titik dimana aku sadar kalau aku orang yang paling jahat terhadap diriku sendiri.
Untuk apa aku lakukan semua ini?
Apa yang aku kejar?
Apa yang aku ingin dapatkan?
Kalian tau apa jawabannya?
CINTA
Untuk apa aku lakukan semua ini? Aku mencintainya setulus hati. Aku senang saat melihatnya bahagia jadi tidak apa jika aku harus menderita.
Apa yang aku kejar? Tidak tau, aku tidak yakin.
Apa yang aku ingin dapatkan? Masa depan bersamanya, mungkin. Aku juga tidak yakin. Diriku bahkan meragukannya.
Setelah merenungkannya, itu semua terlihat jelas seperti omong kosong. Jadi untuk apa aku menderita untuk omong kosong seperti ini?
Cinta sesuatu yang murni dan indah. Ketika cinta kita isinya lebih banyak penderitaan, itu bukanlah cinta. Itu EGO.
*cinta ke diri sendiri ataupun ke orang lain*
Pengalaman itu menjadi titik balik aku mengubah pola pikirku. Meski rasanya sakit dan gak rela, aku harus memaksakan diriku.
Aku harus membahagiakan diriku terlebih dahulu sebelum membahagiakan orang lain.
Aku harus menghargai diriku sendiri sehingga aku mampu menghargai orang lain.
Aku harus menerima diriku sendiri sehingga aku bisa menerima orang lain.
Beberapa orang bilang aku egois. Tapi egois dan mencintai diri sendiri adalah 2 hal yang sangat berbeda.
Sama seperti saat kita tau lingkungan pertemanan kita tidak baik, apa kita harus tetap ada di situ? Untuk apa?
Hanya untuk dapat pengakuan dan eksistensi?
Hanya biar gak dibilang sombong dan belagu?
Untuk apa?
Untuk apa kita mengorbankan diri jika pada akhirnya yang kita dapat hanyalah penderitaan dan penyesalan?
Kita bahkan hanya dikasih kesempatan SATU KALI untuk merasakan bumi.
Apa kita harus menyia-nyiakannya seperti itu?
Melalui pengalaman-pengalaman seperti itu, akhirnya aku komit sama diri sendiri. Aku akan mulai dari hal paling dasar.
Melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang aku mau dan suka - bukan karena orang lain suka.
Aku akan menjalani hidupku sesuai hati nuraniku - bukan sesuai dengan keinginan orang lain.
Aku akan hidup untuk diriku sendiri - bukan untuk orang lain, bukan juga untuk materi.
Ya aku butuh materi. Semua manusia butuh materi tapi aku gak mau menjadikan itu priorotas utama dalam menjalani hidupku.
Aku mau jujur pada diriku. Aku mau berdamai dengan diriku. Aku mau menyukai diriku. Aku mau menyayangi diriku. Dan ini yang terpenting.
Jika pada akhirnya ada banyak orang yang tidak menerimaku atau tidak menyukaiku, itu bukanlah masalah besar.
Oh, untuk bagian “Aku akan hidup untuk diriku sendiri” bukan berarti egois. Maksud dari kalimat ini sangat dalam, kalian jangan menelannya bulat-bulat.
——
Beberapa tahun kemudian, aku punya kalian dalam hidupku. Dan itu bukan suatu hal yang mudah. Aku mengalami pergumulan antara harus tetap jujur pada diriku atau harus mengikuti keinginan kalian — orang yang telah banyak memberi cinta dan perhatian padaku.
Dan untuk kesekian kalinya, lagi-lagi aku memilih diriku.
Aku hanya berharap apa yang aku kerjakan bisa disukai juga oleh kalian. Aku pikir selama aku tidak menyakiti siapapun atau menyalahgunakan “ketenaran” yang aku miliki berkat kalian, aku rasa itu udah lebih dari cukup. Ini seperti win-win solution. Aku menghargai diriku dan aku juga menghargai kalian.
Tapi tanpa menutup mata, aku diam-diam memperhatikan hal-hal yang kalian suka. Salah satunya adalah BTS.
Aku pun mulai mencari tau tentang kesukaan kalian itu. Dan jujur, aku senang dan sangat terkejut. Mereka gencar sekali menyebarkan pesan tentang mencintai diri sendiri. Dan itu sangat nyambung dengan nilai-nilai yang selama ini aku junjung tinggi.
Aku senang karena ada orang dengan power yang besar (BTS) menyampaikan pesan berharga ini!
Dan aku berharap kalian bukan sekedar suka BTS hanya karena kegantengan mereka atau penganut “oppa is mine”
Aku harap rasa kagum kalian akan seseorang lebih dalam dari hanya sekedar permukaan luar. Ambil nilai-nilai baik dari mereka dan mulai terapkan dalam kehidupan kalian.
Meski kita banyak kekurangan, banyak kegagalan, banyak hal yang telah kita lakukan yang bahkan membuat diri kita malu, ini bukan akhir dari segalanya. Taruh semua itu di belakang. Dan mulai berdamai dengan diri sendiri, belajar mengampuni diri sendiri, lalu belajar menerima diri sendiri.
Kita tidak perlu jadi hebat atau terkenal dulu untuk jadi lebih baik atau untuk punya pengaruh baik buat orang lain.
Mulai aja dulu jadi pribadi yang lebih baik untuk diri sendiri — yang nantinya akan berdampak ke sekeliling kita secara otomatis.
xoxo,
RSW
Category
Makanan - Food

Post your comment

Sign in or sign up to post comments.

Comments

Be the first to comment